Laporan terbaru dari ZD Net mengabarkan bahwa tiap ada kerusakan pada Gear 2 atau Gear Fit, maka perangkat tersebut harus dikirimkan kembali untuk direparasi. Pengguna tak bisa memesan komponen pengganti seperti misalnya bagian layarnya saja, atau komponen lain untuk kemudian diperbaiki sendiri. Semua komponen pengganti dipegang oleh Samsung langsung.
Selain mengirimkan Gear 2 atau Gear Fit yang rusak, para pengguna juga diharuskan untuk membayar biasa reparasi yang sangat mahal. Sebagai gambaran, banderol Gear 2 di Korea Selatan mencapai 360 ribu won atau sekitar Rp 4 juta, sementara Gear Fit dibanderol 247 ribu won atau sekitar Rp 2,7 juta. Untuk biaya reparasinya, Gear 2 dikenakan tarif sebanyak 250 ribu won atau sekitar Rp 2,7 juta, dan Gear Fit sebanyak 177 ribu won atau sekitar Rp 1,9 juta. Mahal sekali bukan?
Penyebab utama dari mahalnya tarif tersebut tak lain disebabkan oleh layar display yang disatukan ke body smartwatch dengan menggunakan lem khusus, dan hal inilah yang mempersulit proses reparasi. iFixit mengatakan bahwa desain unibody yang digunakan membuat satu-satunya cara untuk mengakses jeroan kedua smartwatch tersebut adalah lewat membongkar displaynya, dan hal ini sangat berpotensi untuk merusak LCD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar